04 Nov 2026IndeksRSS
01Lindungi Pesisir Mundam dari Ancaman Abrasi, Pertamina Perkuat Program Penanaman Mangrove02Tiga Pejabat Eselon II Pemko Dumai Bergeser, Fahmi Rizal Pimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan03Gema Pemuda Fest 2026 Satukan Elemen Kepemudaan, KNPI Dumai Berikan Apresiasi kepada Generasi Inspiratif0475 Personel Polres Dumai Gelar Razia Tengah Malam, 25 Motor Tak Standar Diamankan05Indekos di Jantung Kota Dumai Disorot, Polisi Amankan Pria dan Tiga Paket Sabu06Libatkan 25 Personel Gabungan, Polres Dumai Sisir Sejumlah Tempat Hiburan07Pelindo Dumai Dukung Penguatan Soliditas dan Profesionalisme Awak Media RGB08Bambang Prayetno Kembali Nakhodai PWI Dumai, Pelindo Harapkan Pers Makin Profesional09Bawa Nama Indonesia ke Panggung Dunia, Pelindo FC Ukir Prestasi di World Corporate Cup 202610Kapolsek Dumai Barat Ajak Jamaah Masjid Nurul Islam Jaga Kerukunan dan Kamtibmas11Pelindo Berlakukan Penataan Peta Peran Tahap II, Operasional Terminal Tetap Berjalan Normal12Pelindo Regional 1 Dumai Evaluasi Kinerja Operasional Pelabuhan Bersama KSOP13Koalisi Masyarakat Sipil Desak Ranperda Lingkungan Hidup Riau Berpihak pada Masyarakat Adat14Dari Inovasi Energi hingga 5.000 Masker, Kilang Pertamina Dumai Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda01Lindungi Pesisir Mundam dari Ancaman Abrasi, Pertamina Perkuat Program Penanaman Mangrove02Tiga Pejabat Eselon II Pemko Dumai Bergeser, Fahmi Rizal Pimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan03Gema Pemuda Fest 2026 Satukan Elemen Kepemudaan, KNPI Dumai Berikan Apresiasi kepada Generasi Inspiratif0475 Personel Polres Dumai Gelar Razia Tengah Malam, 25 Motor Tak Standar Diamankan05Indekos di Jantung Kota Dumai Disorot, Polisi Amankan Pria dan Tiga Paket Sabu06Libatkan 25 Personel Gabungan, Polres Dumai Sisir Sejumlah Tempat Hiburan07Pelindo Dumai Dukung Penguatan Soliditas dan Profesionalisme Awak Media RGB08Bambang Prayetno Kembali Nakhodai PWI Dumai, Pelindo Harapkan Pers Makin Profesional09Bawa Nama Indonesia ke Panggung Dunia, Pelindo FC Ukir Prestasi di World Corporate Cup 202610Kapolsek Dumai Barat Ajak Jamaah Masjid Nurul Islam Jaga Kerukunan dan Kamtibmas11Pelindo Berlakukan Penataan Peta Peran Tahap II, Operasional Terminal Tetap Berjalan Normal12Pelindo Regional 1 Dumai Evaluasi Kinerja Operasional Pelabuhan Bersama KSOP13Koalisi Masyarakat Sipil Desak Ranperda Lingkungan Hidup Riau Berpihak pada Masyarakat Adat14Dari Inovasi Energi hingga 5.000 Masker, Kilang Pertamina Dumai Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda

Lindungi Pesisir Mundam dari Ancaman Abrasi, Pertamina Perkuat Program Penanaman Mangrove

Lindungi Pesisir Mundam dari Ancaman Abrasi, Pertamina Perkuat Program Penanaman Mangrove

ONLINERIAU.COM – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Dumai) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus menanggulangi ancaman abrasi di Kota Dumai. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui penanaman 500 bibit mangrove di kawasan Kelurahan Mundam, tepatnya di sekitar Rumah Edukasi Anak Pesisir (REDAKSI), Jalan Muslim RT 5.

Penanaman tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak pertengahan Agustus hingga akhir September 2026, dengan melibatkan Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya yang merupakan kelompok masyarakat mitra binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Dumai.

Menariknya, penanaman mangrove ini menggunakan metode OSOP (One Seedling One PVC), sebuah inovasi yang dikembangkan Kilang Dumai untuk meningkatkan perlindungan bibit mangrove dari hantaman ombak ekstrem maupun sampah laut yang terbawa arus.

Dalam penerapannya, setiap bibit mangrove dilengkapi pelindung berupa potongan pipa PVC berdiameter 4 inci dengan panjang 35 sentimeter. Metode ini diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan bibit sehingga tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove dapat lebih optimal.

Dalam siaran pers, Rabu (4/11/2026), Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat mitigasi perubahan iklim.

“Penanaman mangrove ini sudah menjadi roadmap program TJSL kami dalam penguatan wilayah pesisir Dumai. Ini merupakan langkah konkret Kilang Dumai untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir tetap terjaga, memberikan manfaat ekologis jangka panjang, serta menopang kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Muhammad Rum.

Penanaman 500 mangrove tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan program TJSL perusahaan bertajuk **“Serumpun Lestari: Gerakan Bersama Masyarakat dalam Menjaga Pesisir dan Gambut untuk Negeri yang Tangguh dan Lestari.”** Program ini merupakan transformasi lanjutan dari Program Serumpun Paman Bahri.

Dalam upaya memperkuat ekosistem pesisir, Kilang Dumai menjalankan sejumlah program secara terintegrasi. Mulai dari penanaman mangrove berkelanjutan, pembangunan Alat Pemecah Ombak (APO), penyediaan fasilitas REDAKSI sebagai sarana edukasi mangrove dan lingkungan pesisir, hingga dukungan fasilitas pembibitan atau nursery mangrove untuk mendorong potensi ekonomi masyarakat setempat.

Seluruh program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Dampak dari program tersebut turut dirasakan masyarakat setempat. Sulaiman (51), Ketua Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya, mengungkapkan bahwa kawasan pesisir Kelurahan Mundam selama ini menghadapi ancaman abrasi yang cukup serius.

Menurutnya, perlindungan kawasan pesisir bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga lingkungan tempat tinggal masyarakat agar tetap bertahan hingga generasi mendatang.

“Bagaimana caranya kita mempertahankan rumah yang ada di pesisir pantai ini agar tetap berkelanjutan sampai anak cucu. Kalau tidak dicegah, kawasan ini tidak akan bisa bertahan selamanya,” ungkap Sulaiman.

Ia menjelaskan, upaya penanaman mangrove di kawasan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2023. Namun, hasilnya belum optimal karena saat itu belum didukung fasilitas pemecah gelombang atau APO.

Kondisi tersebut mulai menunjukkan perubahan setelah adanya dukungan pembangunan infrastruktur APO melalui program TJSL Kilang Dumai. Keberadaan fasilitas tersebut membantu mengurangi hantaman gelombang sehingga bibit mangrove yang ditanam memiliki peluang tumbuh lebih baik.

Hal senada disampaikan Section Head Environment–HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Rachmat Harris Firmansyah, saat memaparkan Strategi Pengelolaan Sampah dan Program Penanggulangan Abrasi dalam Seminar Multipihak yang diselenggarakan Kantor Redaksi Bersama (KRB) Poros Bumi Ayu bersama Yayasan Bumi Alam Hijau di Grand Zuri Dumai Hotel, 22 Oktober 2026.

Ia menjelaskan bahwa dukungan sarana APO merupakan bagian penting dalam upaya melindungi tanaman mangrove yang telah ditanam agar tidak mudah rusak atau hilang akibat terjangan gelombang tinggi.

Selain itu, pemberdayaan Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus percontohan bagi masyarakat di kawasan pesisir lainnya untuk turut mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir Dumai dari ancaman abrasi.

Komitmen Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam mendukung penanggulangan abrasi juga tidak hanya terpusat di Kelurahan Mundam.

Sebelumnya, pada 28 Juli 2026, Kilang Dumai telah menyerahkan bantuan sebanyak 200 bibit mangrove kepada Kelompok Pegiat Mangrove di kawasan Bandar Bakau Dumai.

Selanjutnya, pada 6 Oktober 2026, perusahaan kembali menyalurkan 100 bibit mangrove kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kilang Dumai dalam memperkuat perlindungan ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan, upaya pelestarian mangrove diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penanaman semata, tetapi juga mampu menghadirkan perlindungan pesisir yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Dumai. (*)