01 Oct 2026IndeksRSS
01Raja Juli Antoni Dorong Tanjung Leban Bengkalis Jadi Labotarium Hidup Restorasi Gambut dan Karhutla02Farid Padang: Mulai 1 Oktober, Pelindo Terbitkan Nota Layanan di 16 Terminal Petikemas03Struktur Grup Disederhanakan, Pelindo Targetkan 21 Entitas Usaha04Turun ke Dumai, Sunaryo: Semoga Banjir Segera Mereda, Warga Kembali Beraktivitas Normal05Terduga Pelaku Curat Tak Berkutik, Dua HP Korban yang Raib Berhasil Ditemukan Polisi06Aksi Tengah Malam Dipergoki Warga, Polsek Sungai Sembilan Ringkus Dua Terduga Pelaku07Rutan Dumai Perkuat Deteksi Dini, Kamar Hunian Warga Binaan Diperiksa Rutin08Pelindo Dumai Apresiasi Danlanal Cup II, Jadikan Olahraga sebagai Ruang Perkuat Kebersamaan09Rumah PAN Jadi Lokasi Pengungsian, PAN Dumai Bagikan Nasi Bungkus untuk Warga10Safety First Jadi Prioritas, 70 TKBM Pelabuhan Dumai Ikuti Safety Induction11Ketua KONI Riau Lantik Abdul Kadir Jailani, Dumai Ditarget Jadi Barometer Olahraga12RUU Perampasan Aset Dibahas Komisi III, DePA-RI Tekankan Due Process dan Hak Pihak Ketiga13Dugaan Tata Kelola Tenaga Kerja Bermasalah, PT MAS Belum Buka Data Pekerja dan Vendor14Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Kondisinya Sempat Kritis01Raja Juli Antoni Dorong Tanjung Leban Bengkalis Jadi Labotarium Hidup Restorasi Gambut dan Karhutla02Farid Padang: Mulai 1 Oktober, Pelindo Terbitkan Nota Layanan di 16 Terminal Petikemas03Struktur Grup Disederhanakan, Pelindo Targetkan 21 Entitas Usaha04Turun ke Dumai, Sunaryo: Semoga Banjir Segera Mereda, Warga Kembali Beraktivitas Normal05Terduga Pelaku Curat Tak Berkutik, Dua HP Korban yang Raib Berhasil Ditemukan Polisi06Aksi Tengah Malam Dipergoki Warga, Polsek Sungai Sembilan Ringkus Dua Terduga Pelaku07Rutan Dumai Perkuat Deteksi Dini, Kamar Hunian Warga Binaan Diperiksa Rutin08Pelindo Dumai Apresiasi Danlanal Cup II, Jadikan Olahraga sebagai Ruang Perkuat Kebersamaan09Rumah PAN Jadi Lokasi Pengungsian, PAN Dumai Bagikan Nasi Bungkus untuk Warga10Safety First Jadi Prioritas, 70 TKBM Pelabuhan Dumai Ikuti Safety Induction11Ketua KONI Riau Lantik Abdul Kadir Jailani, Dumai Ditarget Jadi Barometer Olahraga12RUU Perampasan Aset Dibahas Komisi III, DePA-RI Tekankan Due Process dan Hak Pihak Ketiga13Dugaan Tata Kelola Tenaga Kerja Bermasalah, PT MAS Belum Buka Data Pekerja dan Vendor14Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Kondisinya Sempat Kritis

Raja Juli Antoni Dorong Tanjung Leban Bengkalis Jadi Labotarium Hidup Restorasi Gambut dan Karhutla

Raja Juli Antoni Dorong Tanjung Leban Bengkalis Jadi Labotarium Hidup Restorasi Gambut dan Karhutla
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni

ONLINERIAU.COM - Kawasan Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, didorong menjadi pusat pembelajaran mengenai restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni menyebut kawasan tersebut memiliki pengalaman pemulihan yang dapat dipelajari tidak hanya oleh masyarakat Riau, tetapi juga daerah lain di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa Tanjung Leban memiliki catatan sebagai kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran hutan secara berulang dan degradasi gambut. Kondisi tersebut kemudian ditangani melalui pendekatan restorasi yang mencakup pemulihan kawasan, penanaman vegetasi endemik dan pengelolaan tata air.

"Terhadap kondisi hari ini saya kira adalah apa yang sedang kita saksikan pada saat sekarang ini. Yang dulunya adalah tempat kebakaran hutan berulang terjadi, terjadi degradasi gambut tetapi bisa menjadi baik seperti ini," kata Menhut Raja Juli, Rabu (30/09/2026).

Dijelaskan, proses pemulihan kawasan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada respons ketika terjadi kebakaran. Restorasi ekosistem menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun ketahanan kawasan terhadap ancaman kebakaran.

"Wilayah yang dulu menjadi tempat kebakaran hutan berulang sekarang berhasil direstorasi. Ada proses pemulihan yang luar biasa terjadi, ada revigitati menanam tanaman-tanaman endemik yang memang dikenal secara historis kultural oleh masyarakat di sini," jelasnya.

Diungkapkan, bahwa kawasan seperti Tanjung Leban dapat menjadi objek kajian para ilmuwan untuk melihat faktor-faktor yang membuat proses restorasi berjalan dan berdampak terhadap kondisi kawasan. Dengan begitu, pengalaman lokal bisa dikembangkan menjadi pengetahuan yang diterapkan di wilayah lain.

Ia menambahkan, nilai pembelajaran Tanjung Leban bahkan dapat melampaui konteks Riau. Kawasan ini dinilainya memiliki potensi menjadi tempat penelitian lapangan bagi berbagai pihak yang ingin mempelajari restorasi ekosistem gambut secara langsung.

"Saya kira tidak kurang dan tidak lebih saya ingin mengatakan bahwa ini betul-betul menjadi laboratorium kehidupan dimana tidak hanya orang Riau yang bisa datang ke sini dan belajar bagaimana sebuah proses restorasi yang terintegrasi terjadi. Namun ini juga akan menjadi tempat atau living laboratory bagi seluruh provinsi-provinsi di Indonesia bahkan akan menjadi percontohan, menjadi pusat belajar, menjadi sekolah lapangan bagi peneliti-peneliti kelas dunia lainnya," pungkasnya. (*) 

SumberMC Riau